Bintang.

Ia menyendiri. Langit malam menyapanya lembut, seolah lama keduanya tak bersua. Ada yang mengganjal di hati gadis itu. Membuatnya kembali menyendiri di balkon kamarnya, menemui hamparan bintang-bintang di langit.

Gadis itu sudah menemukan bintangnya. Bintang yang membuatnya menyala terang, menghiasi malamnya bumi. Bintang yang selalu mengalirkan semangatnya, membuat nyalanya tak kunjung padam. Sekalipun sang Bintang tak pernah menyadari.

Sayangnya, batin gadis itu, tidak sekarang. Sang Bintang nampaknya lebih menyenangi siang yang terik. Membuat gadis itu silau dan tak bisa lagi menatapnya. Ah, apalagi mendekat. Lalu, bagaimana caranya menyala lagi?

Angin malam memeluknya, dingin. Gadis itu menggigil. Air matanya menganak sungai.

 

Advertisements

One thought on “Bintang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s