#1 Inspirasi

Ada begitu banyak inspirasi bertebaran di muka bumi. Pun demikian banyaknya orang-orang yang amat-sangat menginspirasi. Kamu berhak memilih, (si)apa inspirasimu untuk bertumbuh, bergerak, dan menebar manfaat.

Aku mempunyai banyak sosok yang aku kagumi. Biasanya aku akan berganti-ganti ‘idola’ setiap periode tertentu, menyesuaikan keadaan. Aku bukan tipe orang yang ketika menemukan idola akan menjadi fanatik atasnya, atau mudah mengagumi seseorang secara utuh. Ya, bisa dibilang aku cukup pemilih untuk sekadar mencari role model. Aku hanya tidak mau aku terinspirasi karena siapa, bukan karena apa. Tak jarang bukan, seseorang yang berhenti berbuat baik hanya karena ternyata role modelnya memiliki suatu sisi buruk dan fakta itu membuatnya kecewa? Padahal manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan.

Jika sedang bersemangat membaca shirah, maka tokoh dalam shirah tersebut akan menempel dalam ingatanku dan menginspirasiku –terlebih dalam beribadah. Jika aku sedang bersemangat mengerjakan suatu project, aku akan dengan mudah menemukan role model akibat stalking dan berkelana di media sosial.

Sejak berhijrah, kekagumanku atas sosok Utsman bin Affan yang memiliki rasa malu jauh di atas rata-rata membuatku bisa berkaca. Atuhlah, malaikat saja malu padanya 😦 Aku yang hina-dina ini, sudahkah aku berusaha meneladani beliau? Aku yang justru perempuan, sudahkah aku menjaga izzah dan iffahku?

Manusia mulia selanjutnya yang selalu bisa menjadi booster adalah Muhammad Al-Fatih. Muda berprestasi, taat, juga berani. Duh, pemimpin ideal banget! Bahkan si doi sudah merebut Konstantinopel di usia yang lebih muda dariku sekarang, man! Muhammad Al-Fatih ini yang membuatku berkeinginan untuk mengunjungi Turki suatu saat nanti. Semoga.

Role modelku selanjutnya adalah Aida Azlin, owner The Shawl Label, yang sangat peduli dengan sisterhood in the world. Aku suka caranya mengajak sisters untuk mendekat pada-Nya dengan cara yang kreatif, profesional, dan bisa ‘merangkul’. I envy you, Kak Aida 😦 May Allah gives me a chance to learn from you directly! Biidznillah.

Terlepas dari ketiga role modelku, aku belajar banyak dari sekelilingku. Ada banyak sekali sumber inspirasi yang sungguh sayang untuk dilewatkan begitu saja. Misalnya, dari inner circle ku yang kebetulan merupakan anak-anak yang tidak bisa diam (wk!). Lepas satu project, sudah hinggap di project lain. Tak jarang bahkan harus multitasking dan menduduki posisi strategis di suatu kepanitiaan atau organisasi. Duh, aku ini apaan 😦 Dari mereka aku belajar untuk menyibukkan diri dan mencoba bermanfaat. Ah, aku ingat suatu percakapan dengan kakak tingkat kira-kira satu setengah tahun lalu. Beliau bilang begini kira-kira, “Kamu memiliki kesempatan untuk berkontribusi dimana pun, Go. Kamu selalu bisa belajar untuk masuk ke dunia baru. Tapi, pilih lah tempat di mana kamu paling maksimal dalam menebar manfaat.”

Benarlah bahwa radar kebaikan pasti akan menemukan radar-radar kebaikan lain. Aku bersyukur memiliki inner circle baik yang bisa menjerumuskanku dalam kebaikan, serta sedikit demi sedikit menularkan wanginya padaku. You’re all so inspiring, guys!

 

Lego –yang masih mengais inspirasi dari sekitarnya untuk sekadar bergerak.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s