Cewek.

Jadi cewek itu nggak selamanya benar. Jangan kalian mengira hanya kalian yang selalu salah, hai lelaki. Ada masa-masa dimana cewek sering menyalahkan diri sendiri, kok.

Kamu pasti pernah melihat cewek dengan wajah terlipat, murung, dan luar biasa masam. Ah, ditambah jutek. Jangan tanya bagaimana nada bicaranya. Ketusnya minta ampun! Istilahnya senggol bacok!

Ketika semua gejala itu ada, lalu apa yang terjadi? Jeng jeng jeng, kamu pasti merespons “Kamu PMS?” Nggak tau deh itu bercanda atau serius. Tapi, hey, itu nggak pantas dijadikan bahan bercanda :’)

Mengerti lah bahwa kami, para cewek, lebih nggak nyaman dengan kondisi semacam itu kok. Niatnya sih mau menanggapi sebuah obrolan dengan biasa saja. Setelah berkata-kata, kok kayaknya terlalu dingin….. Niatnya sih menjawab biasa saja, tapi kok jadi ketus dan terlihat sebodo teuing sama perasaan orang lain….. Baru deh habis itu kepikiran dan merasa bersalah. That’s why kadang cewek memilih diem aja, saking takutnya merasa bersalah nantinya. Diem lebih baik. Atau ekstremnya, nangis lebih baik. Walaupun kalian bilang drama atau baper. Tapi seenggaknya itu melegakan.

Yang lebih parah, detik itu bisa kesel(dan ngeselin)nya minta ampun, eh di detik kemudian bisa tertawa riang gembira. Aneh kan? Itulah hebatnya moodswing. Yang merasakan saja heran. Apalagi yang melihat. Kalian nggak nyaman ketika ada cewek semacam itu di dekat kalian? Ketahuilah, ketika itu juga, cewek berkali-kali lebih nggak nyaman ada di keramaian.

Ah, ini sih belum ditambah beberapa tipe cewek yang dikasih anugerah sakit ketika masanya tiba. Aku, Alhamdulillah, salah satu yang masuk ke tipe tersebut. Aku nggak akan mau disentuh siapapun ketika “sakit” (maksudnya yang muhrim ya). Lha wong diem aja udah kayak ditonjokin perutnya. Bahkan temanku yang jalan radius dua meter dariku saja aku bisa merasakan. Sakit tiap kali dia menghentakkan kaki. Belum lagi kalau harus dipakai untuk jalan. Atau yang paling nyebelin, kalau di kelas dan temen yang duduk di belakangku senang kali goyang-goyangin kursi aku :”) Serba salah deh kalau udah gitu. Mau negor kok ya sensi atau egois amat. Ga ditegor ya perut udah berontak teriak kesakitan. Akhirnya cuma bisa liatin sambil diem aja. Oh, ternyata efeknya lebih nyeremin dari pemeran antagonis.

Di samping itu semua, aku bersyukur aku dikasih kesempatan untuk merasakan sakit ini. Aku jadi kebayang gimana sakitnya Mama sewaktu lahirin aku. Pasti beribu-ribu kali lebih sakit dari ini. Allah 😦 Mungkin kalau aku ga dikasih sakit ini aku ga akan bisa merasakan nikmatnya rasa sakit. Bener, lho! Sampe seneng gitu kalau lagi sakit, walaupun sambil mengaduh. Aduhai :’)

Orang-orang seperti ini yang mestinya didiamkan saja ketika masanya tiba. Kenapa? Serius, ga nyaman untuk sekadar bicara. Apalagi dengan moodswing yang terus menerus menghantui. Nggak tahu kapan moodnya naik atau turun. Jangan heran juga jika penyebabnya terkesan sederhana.

Tolong mengertilah cewek-cewek di sekitarmu yang sedang dalam masanya. Dia tidak butuh bercandamu yang retjeh temeh, dia hanya mau dimengerti. Percayalah dia hanya sedang mencoba menahan yang dirasakan. Pun dia lebih tidak nyaman berada di posisi yang menurut kalian menyebalkan :’)

Hidup Cewek!
Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s