#Kamu: Alien

Lima bulan setelah kamu pergi.

Apa kabar? Aku tak akan bosan bertanya apa kabarmu. Semoga kamu tak pernah jera mendengar tanyaku –meski aku tak pernah benar-benar mengirimkan pesan-pesan ini padamu.

Aku tahu aku pengecut –atau terlampau malu. Aku tak berani mengatakan padamu bahwa aku takut. Maafkan, aku berbohong padamu sebelumnya dengan mengatakan aku tak takut kamu melupakanku. Sungguh aku takut dilupakan. Bukan berarti aku ingin kamu terus mengingatku, sedikit harapku kamu bisa tersenyum ketika suatu saat nanti ada yang menyebut namaku dan berujar, “Aku mengenalnya. Aku ingat tentangnya. Dia pernah menjadi bagian dari aku yang sedang berproses kala itu.”

Tahukah? Kamu serupa alien yang tiba-tiba datang menyeimbangkan perjalananku. Entah dari mana asalmu, kamu telah berhasil menyapaku yang tak lagi mempercayai orang lain. Kamu dengan mudahnya bisa meruntuhkan dinding ketakpercayaanku atas pertemanan. Selamat!

Aku tak pernah memiliki teman perjalanan yang seru sebelumnya. Teman yang aku tahu apapun yang dia katakan bahkan sebelum dia jelaskan dengan utuh. Seolah aku dan kamu dua keping yang memiliki frekuensi yang sama, jiwa yang satu. Seakan akan ada saluran tak terlihat yang bisa menghubungkan pikiranku dan kamu. Aku dan kamu begitu mirip –dengan segala perbedaan aku dan kamu tentunya.

Tahukah? Aku merasa berkontemplasi dengan diri sendiri jika aku dan kamu sedang bercakap-cakap. Pun, bercerita denganmu tak pernah membosankan. Aku bisa dengan mudah menceritakan apapun. Meski orang lain terkadang sulit menerjemahkan apa yang aku katakan, kamu akan dengan mudah mengerti. Hanya saja, kamu akan berpura-pura tak tahu apa maksudku. Demi menjaga agar aku tak kecewa jika kamu tak menanggapi celotehanku, atau agar aku bisa memecahkan masalahku sendiri.

Terima kasih telah datang padaku, meski waktu mencipta jarak di antara aku dan kamu, hey Alien. Aku tak pernah menyesal perjalanan mempertemukan aku denganmu. Semoga kamu juga demikian.

Bolehkah aku bertanya satu hal? Aku begitu penasaran, apakah kamu juga merasakan hal yang sama?

Nb. Ditulis sebelum menyantap makanan kesukaanku –dan kamu.

 

Jakarta.
Aku –yang percaya.

Advertisements

3 thoughts on “#Kamu: Alien

  1. Apa-apaan ini wkwkwk… Hi go, aku alien
    Ternyata Lego bisa ngerasain begini juga. Pasti lagi galau akut ya. Efek udah lama nggak ketemu nih. Atau baru aja ketemu? haha

    Btw itu sengaja nulis april 2017?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s