Menepilah

Sudah saatnya untuk berjalan menepi. Tak perlu lagi terburu-buru dan seolah beradu dengan pejalan kaki lain. Toh, setiap orang memiliki masanya sendiri. Pun, setiap manusia memiliki arahnya masing-masing. Tuhan sudah menggariskannya dengan amat tepat, tak akan tertukar sedikit pun. Mengapa meragu, kamu?

Menepilah, tak ada gunanya kamu terus memaksakan larimu. Cukupkanlah usahamu, usah berlebihan. Maka kamu akan menemukan hikmah di sepanjang perjalanan. Lihatlah sekelilingmu, nikmatilah semesta yang melingkupimu. Meskipun terkadang semesta menghadirkan musim hujan dengan petirnya yang kamu takuti, musim kemarau dengan angin yang membuatmu menggigil kapan saja. Tapi selalu ingat lah untuk tetap bertahan. Matahari selalu bersinar dengan indah setiap fajar, juga terbenam dengan anggun dalam senja yang selalu kamu nantikan, bukan?

Menepilah, jangan mencoba berlari darinya. Menepilah, maka akan kamu temukan jawabnya.

Gombong, 14 September 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s