Pergi

Tuan, izinkan aku bertanya. Terserah padamu akan kau jawab atau acuhkannya. Sungguh, kau tak harus menjawabnya.

Tuan, siapakah engkau? Sudah berkali-kali kucoba untuk hapuskan namamu agar ia menjadi asing dalam otakku. Tetapi justru namamu semakin merekat di dalam sana, membuatku meragu.

Tuan, dari manakah asalmu? Sudah kukerahkan segenap upayaku untuk berlari darimu. Tetapi justru adamu enggan menjauh. Semua langkah yang kuambil segera sia-sia setiap kau datang padaku.

Tuan, siapakah aku? Usah berbaik hati jika setiap temu tak memberi makna. Usah tersenyum jika setiap senyum hanya semu belaka. Pun, usah berpura-pura menuju padaku jika datangmu hanya singgah sejenak.

Tuan, bolehkah aku meminta satu hal darimu? Pergilah tanpa menyisakan apapun. Pergilah hingga jejakmu pun tak lagi terlihat olehku. Pergilah dengan utuh. Pergilah…

Jakarta, 4 September 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s